Haul Sayyid Hamzah Syatho Sedan 2026: Menjaga Jejak Ulama Penyebar Islam di Rembang

Setiap tahun, masyarakat Desa Sidorejo, Kecamatan Sedan, Kabupaten Rembang memiliki tradisi yang selalu dinanti. Tradisi itu adalah Haul Sayyid Hamzah Syatho, sebuah acara penuh keberkahan untuk mengenang perjuangan ulama penyebar agama Islam di wilayah pesisir utara Jawa.

Pada tahun 2026 ini, haul Sayyid Hamzah Syatho dijadwalkan berlangsung pada tanggal 8 Juli 2026 dan diperkirakan kembali dihadiri ribuan jamaah dari berbagai daerah, mulai dari Rembang, Pati, Tuban, Blora, hingga luar Jawa Tengah.

Mengenal Sayyid Hamzah Syatho

Bagi masyarakat Sedan dan sekitarnya, nama Sayyid Hamzah Syatho bukanlah sosok asing. Beliau dikenal sebagai ulama keturunan Arab dari Mekah yang datang untuk berdakwah dan menyebarkan agama Islam di wilayah Kecamatan Sedan, Sarang, Lasem, hingga daerah pesisir lainnya.

Dalam cerita para sesepuh kampung, Sayyid Hamzah Syatho dikenal sebagai pribadi alim, sederhana, dan dekat dengan masyarakat kecil. Dakwah beliau tidak hanya melalui pengajian, tetapi juga melalui akhlak dan keteladanan hidup sehari-hari.

Hingga kini, makam beliau di Desa Sidorejo masih ramai diziarahi masyarakat, terutama saat malam Jumat, bulan Suro, dan momentum haul tahunan.

Haul yang Menjadi Tradisi Masyarakat

Haul bukan sekadar acara tahunan. Bagi warga nahdliyin dan kalangan pesantren, haul adalah bentuk penghormatan kepada ulama sekaligus sarana ngalap berkah dan mengenang perjuangan orang-orang saleh terdahulu.

Suasana haul di Sidorejo biasanya terasa sangat khas. Jalan desa dipenuhi jamaah. Pedagang kecil berjejer di sekitar area makam. Para santri membaca Al-Qur’an sejak pagi hari. Malam harinya, masyarakat berkumpul mengikuti pengajian umum dengan penuh khidmah.

Tradisi seperti inilah yang membuat nilai-nilai Islam tetap hidup di tengah masyarakat desa.

Rangkaian Acara Haul Sayyid Hamzah Syatho 2026

Beberapa kegiatan yang biasanya dilaksanakan dalam haul antara lain:

1. Khotmil Qur’an

Para santri dan hafidz Al-Qur’an berkumpul untuk melaksanakan khataman Al-Qur’an bersama. Tradisi ini menjadi pembuka rangkaian haul sekaligus hadiah doa untuk Sayyid Hamzah Syatho dan para ulama terdahulu.

2. Tahlil dan Doa Bersama

Acara tahlil dilaksanakan di area makam dengan dipimpin para kiai dan tokoh agama setempat. Ribuan jamaah biasanya mengikuti pembacaan tahlil dengan suasana penuh kekhusyukan.

3. Pengajian Umum

Pengajian umum menjadi acara yang paling ramai dihadiri masyarakat. Biasanya panitia menghadirkan ulama dari berbagai daerah untuk menyampaikan mauidhoh hasanah tentang akhlak, perjuangan ulama, dan pentingnya menjaga tradisi Islam Ahlussunnah wal Jamaah.

Ramainya Jamaah dari Berbagai Daerah

Salah satu hal yang menarik dari haul ini adalah hadirnya jamaah dari berbagai kota. Banyak rombongan ziarah datang menggunakan bus maupun kendaraan pribadi.

Tidak sedikit pula alumni pesantren dan para santri yang sengaja pulang kampung demi mengikuti haul. Bagi mereka, haul bukan hanya agenda keagamaan, tetapi juga ajang silaturahmi dan mempererat hubungan antarjamaah.

Menjaga Tradisi Ulama Nusantara

Di tengah perkembangan zaman yang semakin modern, tradisi haul menjadi pengingat penting bahwa perjuangan ulama terdahulu tidak boleh dilupakan.

Dari haul, masyarakat belajar tentang adab kepada ulama, pentingnya menjaga sanad ilmu, serta nilai kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat.

Tradisi seperti Haul Sayyid Hamzah Syatho juga menjadi bukti bahwa masyarakat Jawa, khususnya warga Rembang dan Sedan, masih menjaga budaya Islam yang ramah, teduh, dan penuh nilai gotong royong.

Penutup

Haul Sayyid Hamzah Syatho Sedan 2026 bukan hanya acara tahunan biasa. Lebih dari itu, haul menjadi momentum untuk mengenang perjuangan dakwah ulama sekaligus memperkuat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.

Semoga melalui acara haul ini, masyarakat mendapatkan keberkahan, para santri semakin semangat menuntut ilmu, dan generasi muda tetap mencintai ulama serta tradisi Islam yang diwariskan para pendahulu.

Wallahu a’lam bisshawab.

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Leave A Comment...